Aku kembali,
membawa rangkai diksi yang tak ku persiapkan sama sekali,
Namun karena aku yakin tiap diksi beretorika dengan caranya
maka aku tak takut untuk merangkai diksi disini,
dan semoga setiap diksi yang ku pilih adalah serangkaian dari diksi diksi yang beretorika,
Karena akupun hanyalah insan yang jatuh cinta pada diksi yang beretorika,
Mari!
Hallo!! Aku masih sama, Fahira yang beberapa tahun lalu memposting tentang kekuatan seorang wanita yang tiada tara meski terkadang akupun wanita yang sering mengeluh,bagaimana kabar kalian?
Kabarku cukup baik dengan segala liku semesta yang diberikan padaku, tentang kebahagiaan yang tak bisa terutarakan, atau tentang kebahagiaan yang bisa tergambarkan, atau tentang kesakitan,kesedihan,air mata, dan penyesalan yang tak dapat tertera hanya pada tulisan,
Oh aku lupa, kemarin baru saja berganti tahun, dengan segala harapan dirikupun turut berganti menjadi diriku yang baru, yang terpenting menjadi diriku yang terus bersyukur atas segalanya bukan aku yang mengeluh atas segalanya.
Kebahagiaan tahun lalu akan terangkum abadi dalam memoriku,
Akan ku ingat setiap detilnya, khususnya orang orang yang berperan penting dalam kebahagiaan itu seolah mereka adalah peran utama dalam kebahagiaanku, pada mereka kuucapkan terimakasih..
Kesakitan tahun lalu akan terangkum pula pada memoriku,
Yang memberi kekuatan terbesar bagi diriku kini, bahwa yang harus kita terima adalah terkadang kita harus hancur sehancur-hancurnya hanya untuk memiliki keukuatan sejati untuk kembali menjalani kehidupan yang baru lagi
Kesedihan dan ribuan air mata menjadi pelangi untuk diriku pada saat ini terlebih pada saat yang akan datang, karena aku percaya pada setiap hujan yang tercipta maka pelangipun telah tersedia